Jumat, 21 Maret 2025

author photo
billy saragih
POSMETROSUMUT.COM | PADANGSIDIMPUAN - Aktivis Togu Simorangkir bersama Tim Dapur Kasih mendapat penolakan dari Pemerintah Kota Padangsidimpuan, padahal maksud dan tujuan Togu Simorangkir bersama Tim ke kota Padangsidimpuan adalah visi misi kemanusiaan, yaitu memberikan bantuan terhadap warga Kota Padangsidimpuan yang baru saja mengalami bencana alam.

Namun, setelah sampai di Kota Padangsidimpuan Togu Simorangkir bersama Tim mencoba untuk meminta ijin kepada pemerintah meski tidak perlu, dengan harapan dapat memberikan bantuan kepada warga Kota Padangsidimpuan yang menjadi korban bencana alam, seakan dipersulit atau mendapat penolakan dari Sekretaris Daerah Kota Padangsidimpuan Roni Gunawan Rambe.

Hal itu dapat dilihat melalui postingan di Facebook milik Togu Simorangkir, yang kemudian mengalihkan bantuan Dapur Kasih ke Tano Tombangan (Tantom) Kabupaten Tapanuli Selatan.

Berikut isi curhatan Togu Simorangkir melalui akun facebooknya, dengan nama akun Togu Simorangkir, sebagai berikut:

Bapak Kadis Sosial Pemko Padang Sidempuan sangat welcome dengan niat kami datang ingin membantu korban bencana di wilayahnya. Namun beliau harus melaporkan terlebih dahulu ke Sekda selalu ketua penangan bencana Padang Sidempuan. Beliau dan tim nya sangat positif walaupun kemarin 2,5 jam juga menunggu untuk beliau melaporkan langsung ke Sekda.

"Bapak Sekda meminta Bapak Simorangkir untuk membuat surat permohonan untuk buka dapur umum" ujar Kadis Sosial

Aku terdiam sejenak.

"Sudah banyak daerah bencana yang aku datangi dan bantu, baru kali ini awak dengar harus buat surat permohonan untuk membantu. Tidak ada masalah Pak. Tolong tim bapak buatkan surat nanti saya tanda tangani dan sekaligus tahan saja KTP saya. Yang pasti kami diijinkan tidak untuk buka dapur? Kalau diijinkan mari kita ke lokasi biar surat menyusul" ujarku dengan tegas.

"Yang masak ada yang muslim kan?" Lanjut tanyanya

"Yang masak Kristen pak. Tapi nanti kami minta warga untuk ikut membantu memasak jadi tahu apa yang kami masak" lanjutku

"Oke" jawabnya singkat

Lalu kami pergi ke lokasi bencana. Ada sekitar 30 menit menunggu, dan Pak Kabid yang membawa kami mengatakan warga menolak. Lalu kami pindah ke lokasi kedua. Di lokasi kedua kembali ditanya warga agama yang memasak dan kembali kami ditolak.

Lalu aku katakan ke Tim, ya sudah kita tidak berjodoh disini. Kita cari makan siang aja dulu nanti kita bahas kelanjutan kemana kita akan memasak.

Lalu ito Masrayati hubungi aku mau traktir kami makan siang. Walaupun ito Masrayati puasa, beliau tetap menemani kami makan sambil memberikan Dodol Sidempuan yang mantap.

Lalu aku komunikasi dengan Pangeran Edison Rambe dan kamipun bertemu di kantin Distrik I GKPA di jalan Teuku Umar Padang Sidempuan. Disana bertemu dengan Praeses Distrik I, Amang Pendeta Jona Marpaung dan Bapak Pendeta Gabe Panggabean.

Lalu aku menawarkan bagiamana kalau kita masak untuk makan bersama warga di Tantom yang terkena bencana banjir bandang di bulan Desember lalu. Lalu Pangeran pun menghubungi 2 kepala desa dan siap untuk makan bersama.

Lalu kita pesan ayam sebanyak 200 kg dan belanja bumbu-bumbu dan sayur semuanya. Dan hari ini kita akan menyiapkan makan bersama di Tantom dengan lintas agama dengan tajuk Mulak Tondi tu Badan.

Ini salah satu menu yang akan dimasak nanti, ayam woku yang dimasak oleh Jodi Cross Ante Bang Teddy dan Nando malam tadi untuk makan malam kami di rumah Pangeran di Istana Hasadahon. Rasanya juaraaaaaaaa dunia hamuna.

#BosLebay"

roni gunawan rambe
Billy Criswanda Saragih SE, selaku Ketua Pemuda Katolik Komcab Kota Padangsidimpuan Billy Saragih mempertanyakan perlakuan Sekretaris Daerah (Sekda) Padangsidimpuan Roni Gunawan Rambe kepada Togu Simorangkir dan tim dapur kasih terhadap penolakan yang dilakukan Sekda Roni Gunawan, diduga karena agama.

"Miris, Agak menggelitik ya dengan kalimat 'yang masak agama apa' dizaman modern begini. Terkadang Agama justru menjadi jurang tali kasih, bahkan dalam situasi terdampak bencana juga masih menjadi Jurang yang sangat dalam. Padahal kalau tulus dan taat beragama semestinya bukan seperti itu lagi mindset dan kelakuan." Ucap Billy.

pemuda katolik
"Tetap semangat bang Togu Simorangkir dan tim. Terkadang berbuat kebaikan saja masih dipandang salah sama orang." Kata Billy Saragih Ketua Pemuda Katolik Komcab Padangsidimpuan.

Penulis: (Red)
www.posmetrosumut.com
Baca Juga:
Advertise

This post have 0 comments

Next article Next Post
Previous article Previous Post