Rabu, 19 Maret 2025

author photo
pemuda lintas agama
POSMETROSUMUT.COM | MEDAN - Pemuda lintas agama sumut adakan dialog kecil terkait kamtibmas di Sumatera Utara di suatu satu tempat di Medan baru.

Dalam kesempatan tersebut hadir M. Syarif Lubis ketua PW Pemuda Muhammadiyah Sumut, Swangro Lumbanbatu ketua DPD GAMKI Sumut, Parulian Silalahi Ketua Pemuda Katolik Komda Sumut.

Dialog yang berjalan secara informal tersebut mengusulkan beberapa poin perhatian khusus terkait kamtibmas di Sumut kepada bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit.

Sumut sedang tidak aman, kriminalisme meningkat, peredaran narkoba semakin tinggi terutama di kalangan muda, ini PR utama Polri dalam hal ini Poldasu yang tidak kelar kelar hingga saat ini.

Selanjutnya dinilai Gagal Menjalankan Tugas, PMKRI Sumut minta Kapolda Sumut di Copot.

“Kapolda Sumatera utara sejak datang ke Sumut ini tidak membawa prestasi apapun, malah banyak persoalan internal yang menjijikkan dipertontonkan kepada masyarakat, katakanlah persoalan kriminalisasi terhadap anggotanya sendiri Kompol Ramli Sembiring yang telah di PTDH mabes polri, seolah ada yang disembunyikan hingga Ramli Sembiring dipatsuskan jauh ke Mabes sana. Dan sekarang viral kuasa hukumnya melaporkan Kapolda dan Kapolri, koq bisa? Ada apa ini? Anak buah laporkan pimpinan” Kata Parulian Silalahi, ketua Pemuda Katolik Sumatera Utara

Senada dengan hal itu, Syarif Lubis ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara juga menyampaikan bahwa Kapolda semenjak ditugaskan di SUMUT lebih banyak melakukan pencitraan.

Misalnya dalam hal penanganan narkoba, penangkapan demi penangkapan terhadap pengguna narkoba menurutnya tidak akan menyelesaikan persoalan jika para bandar narkoba tidak pernah terusut.

“Proses penanganan narkoba yang dilakukan oleh Kapolda Sumatera Utara beberapa bulan terakhir cenderung lebih kepada pencitraan, kita menduga justru ditubuh Polda sendiri ada masalah dalam hal penanganan narkoba ini. Misalnya pengakuan Endar Muda Siregar di Labuhanbatu yang menyetor uang ke sejumlah jajaran kepolisian.

Polda mengklaim bahwa pengakuan tahanan narkoba atasnama Endar Muda Siregar yang sempat viral tidak dapat dibuktikan. Di sisi lain, upaya pencegahan juga tidak terlihat sama sekali.

Upaya Polda melakukan komunikasi dan koordinasi dengan stakeholder yang ada untuk menuntaskan masalah narkoba di SUMUT ini terlihat tidak ada. Tegas Syarif Lubis ketua PW. Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara.

Swangro Lumbanbatu ketua GAMKI SUMUT juga mengatakan “kasus meninggalnya Pandu Brata Siregar di Asahan diduga akibat kekerasan yang dilakukan oleh anggota polri terkesan ada pembiaran terhadap kasus ini oleh kapolda sumatera utara serta tidak ada tindak tegas terhadap anggota polri. Kapolda Sumatera Utara harus adil dan hadir/berdiri ke semua golongan.

Belum lagi belakangan ini viral perkara dugaan penggelapan agunan nasabah yang ada di Bank Sumut ditutup tutupi oleh kapolda, malah meyampaikan pernyataan tidak pantas. Masa berkata “tak boleh seorangpun menciderai kinerja bank sumut, jika ada yg berani akan kita sikat. Ada apa dengan pak kapolda ini?” Kata swangro.

Dengan beberapa catatan tersebut diatas, dan msh banyak poin lagi yg menjadi catatan organisasi maka ketiga organisasi pemuda lintas agama ini meminta agar Kapolri jenderal Listyo Sigit untuk segera mencopot kapolda sumut.

Kapolda Sumatera Utara sudah layak diganti, tak mampu memimpin anggota dan kriminalisasi semakin merajalela di Sumatera Utara ini, kata mereka bertiga.


Penulis: (Red)
www.posmetrosumut.com
Baca Juga:
Advertise

This post have 0 comments

Next article Next Post
Previous article Previous Post